Jenis Ohmmeter yang Perlu Anda Ketahui – Ohmmeter dapat didefinisikan sebagai salah satu jenis perangkat elektronik yang digunakan untuk menghitung hambatan listrik dari suatu rangkaian dan satuan resistansi ohm. Ada berbagai jenis atau macam meter yang tersedia dengan tingkat sensitivitas yang tentu saja memiliki tingkatan yang berbeda seperti mikro, mega serta mili-ohmmeter. Micro-ohmmeter ini umumnya digunakan untuk menghitung resistansi yang begitu rendah dengan presisi tinggi pada sebuah arus tes tertentu.

Micro-Ohmmeter adalah perangkat portable yang digunakan untuk menghitung arus, tegangan, serta untuk pengujian dioda. Sedangkan Mega-ohmmeter digunakan untuk menghitung nilai resistansi yang besar. Milli-Ohmmeter berguna untuk menghitung resistansi rendah pada presisi tinggi untuk memverifikasi nilai rangkaian listrik, perhitungan resitansi di Ohmmeter sering di kaitkan dengan taruhan bola yang sering tidak stabil dan naik turun sesuai dengan pasaran bola yang beredar.

Setelah pengujian rangkaian dilakukan dengan ohmmeter, maka ujung uji meter harus dilepaskan. Setelah two test leads terhubung ke sirkuit, maka baterai akan habis. Ketika sadapan uji dipersingkat maka rheostat akan disesuaikan. Jarum meter dapat dicapai ke posisi terendah yaitu nol, dan kemudian akan ada resistansi nol di antara dua sadapan uji atau two test leads.

Menurut penguji ohmmeter, klasifikasi meter ini dapat dilakukan berdasarkan tiga jenis ohmmeter, yaitu seri tipe ohmmeter, tipe shunt ohmmeter, dan multi-range tipe ohmmeter.

1) Seri Jenis Ohmmeter
Dalam ohmmeter tipe seri yang satu ini, komponen yang ingin Anda lakukan pengukuran dapat dihubungkan dengan meter secara seri. Nilai resistansi dapat dihitung melalui shunt resistor R2 menggunakan gerakan D’Arsonval yang terhubung ke paralel. Resistansi R2 sendiri bisa dihubungkan secara seri dengan baterai dan resistansi R1. Komponen pengukur dapat dihubungkan secara seri oleh dua terminal yakni terminal A dan juga B.

Setiap kali nilai komponen pengukur adalah nol maka akan ada arus besar yang melalui meter. Dalam situasi ini, hambatan shunt dapat dikoreksi sampai meter menentukan arus beban penuh. Untuk arus ini, jarum berbalik ke arah 0 ohm.

Setiap kali komponen pengukur terlepas dari sirkuit maka resistansi sirkuit berubah menjadi unlimited & flow yang tidak terbatas di sirkuit. Meteran menggambarkan resistansi tak terbatas ketika tidak ada aliran arus & resistan nol saat aliran besar arus melaluinya.

Setiap kali komponen pengukur dihubungkan secara seri dengan sirkuit dan resistansi sirkuit itu lebih tinggi, jarum meter akan bergerak atau berada pada arah kiri. Dan jika hambatannya kecil, maka jarum tersebut akan berbalik ke arah kanan.

2) Shunt Type Ohmmeter
Ohmmeter tipe shunt ini sendiri dapat dilakukan ketika komponen penghitung dihubungkan secara paralel melalui baterai. Jenis rangkaian ini biasanya digunakan untuk menghitung resistansi yang memiliki nilai rendah.

Ketika nilai dari resistansi komponen adalah nol maka arus dalam meter pun akan menjadi nol. ketika hambatan komponen menjadi besar itu artinya aliran arus melalui baterai dan jarum menggambarkan defleksi skala penuh ke arah kiri. Jenis meteran ini tidak memiliki arus pada skala ke arah kiri maupun titik tak terhingga di arah kanan mereka.

3) Multi-Range Ohmmeter
Rentang ohmmeter multi-range sangat tinggi, dan meter ini mencakup adjuster, dan rentang meter dapat dipilih oleh adjuster berdasarkan kebutuhan.

Misalnya, anda menggunakan meter untuk menghitung hambatan di bawah 10 ohm. Jadi awalnya, anda akan memperbaiki nilai resistansi menjadi 10 ohm. Yang anda harus lakukan pertama kali adalah dengan memperbaiki nilai resistansi menjadi 10 ohm. Besarnya resistansi ini dapat ditentukan oleh defleksi jarum.