Beberapa Jenis Alat Ukur Listrik dan Fungsinya – Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sehari – hari. Tanpa adanya listrik, beberapa aktivitas yang biasanya dilakukan dengan mudah akan terganggu. Oleh karena itu, listrik sangat penting untuk menunjang jalannya aktivitas manusia. Listrik akan berfungsi dengan baik jika dijadikan dalam sebuah rangkaian listrik. Hal ini dikarenakan jika listrik hanya dibiarkan begitu saja, listrik akan hilang sebagai sebuah energi yang dilepas. Sehingga, untuk menggunakan listrik, maka perlu dibuat sebuah rangkaian listrik. Dalam suatu rangkaian listrik, terdapat beberapa besaran listrik yang memegang peranan penting. Contoh besaran listrik dari sebuah rangkaian listrik adalah beda potensial listrik (V), arus listrik (I), hambatan listrik (R), dan daya listrik (P). Untuk mengetahui apakah suatu rangkaian listrik tersebut dapat berfungsi dengan baik atau tidak, maka dibutuhkan suatu alat yang disebut dengan alat ukur elektronik. Apa itu alat ukur elektronik?

Secara umum, alat ukur elektronik dapat didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran listrik. Hal ini dikarenakan untuk melihat apakah suatu rangkaian listrik terhubung dengan baik dan berapa besarnya daya listrik yang ada dalam rangkaian tersebut. Beberapa alat yang sering digunakan menjadi suatu alat ukur elektronik adalah amperometer, voltmeter, ohm-meter, multimeter analog dan digital, generator fungsi, spectrum meter, oscilloscope, dll. Salah satu alat yang digunakan adalah amperometer. Alat ini digunakan sebagai alat ukur besarnya kuat arus listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alur listrik yang mengalir dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu arus listrik DC dan AC. Arus listrik DC merupakan arus listrik yang mengalir satu arah. Sedangkan arus listrik AC adalah arus listrik yang mengalir bolak balik dan dalam jumlah yang besar. Untuk menggunakan amperometer, alat ini harus diletakkan di posisi yang berderet dengan rangkain listrik.

Alat ukur elektronik yang kedua adalah multimeter analog atau digital. Alat ini merupakan sebuah alat ukur elektronik yang bisa mengukur beda potensial listrik atau tegangan listrik, hambatan listrik, dan arus listrik. Sehingga, multimeter sering disebut dengan VOAM yang merupakan singkatan dari Volt, Ohm, dan Amperemeter. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur dua jenis arus listrik yaitu arus listrik AC dan DC. Secara umum, multimeter dapat dibedakan menjadi dua kategori taitu multimeter analog dan multimeter digital. Multimeter analog adalah versi lama yang lebih dahulu dirilis. Sedangkan multimeter digital merupakan multimeter dengan edisi baru dan memiliki kemampuan yang lebih baik sehingga menghasilkan hasil pengukuran yang lebih akurat dan cepat.

Beberapa Jenis Alat Ukur Listrik

Contoh alat ukur elektronik yang lain adalah oscilloscope yang juga dikenal dengan osiloskop. Apa fungsinya? Osiloskop merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memproyeksikan beberapa sinyal listrik yang terekam ke dalam sebuah spectrum sehingga orang – orang bisa mempelajari arus listrik yang ada dalam rangkaian listrik tersebut. Salah satu bagian penting dalam osiloskop adalah tabung sinar katoda. Bagaimana prosesnya? Secara umum, beberapa elektron yang berpindah dalam suatu rangkaian listrik akan diproyeksikan ke layar tabung sinar katoda dalam sebuah sorotan elektron dan memberikan bekas pada layar tersebut. Sorotan elektron ini akan terlihat bergerak secara teratur dan berulang. Hal inilah yang diukur oleh sebuah osiloskop. Alat ini sering ditemukan di beberapa institusi dan laboratorium yang memang sedang menganalisis suatu fenomena listrik dalam suatu rangkaian.